Bikin Kamu Sendiri Takjub

"Follow your excitement, not the audience's" - Rick Rubin

Alhamdulillah, aku bisa kembali menulis kembali, mengumpulkan link link yang jadi perhatian ku, menulisnya kembali sebagai penasaran ku. Blog ini tetap jadi tempat ku berkelana dan sebagai tempat ku untuk menulis sebagai pleasure. Akhir akhir ini aku lagi sibuk mempersiapkan chapter baru untuk proyek selanjutnya, masih misterius, masih belum kelihatan, masih coba berobsesi dengannya, hingga aku bisa confident menulisnya nanti.

Berikut beberapa artikel inspiratif untuk bulan Oktober 2023 ini.

Bikin Sesuatu Yang Orang Gak Mau #

Ini nasehat bagus untuk para kreator, prosesnya seperti ini: Kamu membuat sesuatu bukan karena "Aku pikir kayaknya mereka butuh ini" tapi karena "Aku memang melihatnya menarik"

Sehingga, ketika yang lain menggunakan kreasi kamu, mereka akan juga merasakan emosi yang sama dengan kamu, dan mereka akan bilang "Aku melihat ini sangat menarik"

I think it's okay to make something that nobody wants. All you need to do is to make sure you've fully expressed your emotions in this product.

Tulisan ini sederhana saja, yang penting kita pede dengan proyek kita apapun itu, bisa itu proyek sampingan atau hal yang kamu senang kamu kerjakan, menyebut Steve Jobs "feeling detector", ketika Steve Jobs jatuh bangun mengembangkan iPhone, kalau perasaan Steve Jobs bilang berkata "iya", berarti sudah kena emosi-nya.

Jadi kalau kamu bikin sesuatu dan ingin pengguna kamu merasakan apa yang kamu rasakan, kamu harus merasakan secara mendalam. Pemikiran kamu gak bisa diganggu gugat dari pihak luar, kalau gak bakal susah baca emosi-nya.

Source: It's okay to Make Something Nobody Wants - zhangluyao


Mulai sekarang jangan spending sama news #

Farnam Street, salah satu website wisdom favoritku. Punya advice terbaru yang rekomended, apalagi obsesi kita dengan berita terkini alias FOMO.

Kita dikelilingi informasi yang langsung bikin kita tertarik, membuat kita kewalahan tanpa kenangan tekanan akhir-cerita yang terus menerus berlanjut. - Nicolas Carr

Beberapa poin penting kenapa berita tidak akan memberikan kamu bad ending ataupun happy endingnya

Pertama, seiring waktu penyaluran berita semakin cepat. Gak sampai semenit, sudah publish. Notifikasi, tweet, rekomendasi pos Instagram, sudah di mana mana.

Kedua, modal untuk bikin berita semakin turun. kompetisi semakin ketat, kualitas juga menurun, sekarang hampir semua berita tidak memiliki fondasi konteks, hanya berasarkan momen.

Ketiga, seperti tergantung dengan obat, produser berita ingin kamu terus mengonsumsinya. Tayangan berita selalu membudayakan "Stay tune" atau "jangan ketinggalan setelah pesan berikut ini, karena setelah ini, kamu akan jauh dari kebenaran "

Empat, insentif tidak searah, ketika berita yang kamu konsumsi gratis, kamu masih harus membayar orang yang menulisnya. Kalau mereka gak dibayar, pihak iklan yang men-cover. Dan jika Pihak iklan yang membayarnya, arah insentif berubah. Berapa pengunjung halaman-nya yang jadi permainan utama-nya. Semakin banyak yang melihat semakin untung. Kaitan menambah pengujung, semakin kontroversi, semakin sensasional, semaki bagus. Jadi buat orang orang yang bisa bikin berita dengan halaman pengunjung terbanyak, mereka yang dapat banyak kompensasi. (Berita sekarang hanya ingin tergantung impressions saja)

Keenam, Makin susah lepas dari ketergantungan berita, kita takut sama perasaan silence, kita takut sendirian dengan pemikiran sendiri. Itulah kenapa kita berbegas ambil hape sambil nungguin kopi, gak mau berkontak mata dengan seorang wanita, atau ngantri di ATM. Kita takut bertanya sendiri sebuah pertanyaan dumb atau bermakna. Kita takut bosan. Kita takut ujung ujung makin gila, menkonsumsi informasi gak berarah.

Aku melihat industri berita sekarang, ingat film lawas tahun 60an berjudul In Cold Blood, dari novel-nya Truman Capote, ada kata kata nya bagus di situ, aku coba mengingatnya, "Jika di dunia ini tidak ada kriminal, politikus tidak ada yang dibicarakan, media tidak punya berita yang dibahas..."

Source: Stop Reading News


Aku turut prihatin ya dengan kebiasaan netizen sekarang, sejak para peretas gak bermoral yang mengambil data, privasi bahkan meraup uang di rekening orang, kebanyakan orang sekarang sudah trauma menekan link.

Kita yang sehari hari bekerja dengan Internet, apalagi aku yang biasa sharing tulisan blog, anggapan orang "nanti setelah diklik, diretas pula hape aku", jadi orang sudah menganggap link, kredibiltasnya dianggap tidak aman.


The Most Dangerous Thing in Culture Right Now is Beauty - Ted Gioia , Sekarang kita beralih ke Ted Gioia, salah satu penulis favoritku juga di internet, dia yang lihai melihat culture sekarang dengan internet.

Aku sebenarnya setuju dengan persepsi Beauty sekarang, terutama di sosial media, mensakralkan 'aesthetic', ini yang menyebabkan kita kebanyakan orang buta terhadap persepsi seni sendiri, not confident with their own. Di sini Ted Gioia banyak mention para kritikus yang memprediksi dekade berikutnya tentang Beauty

Childhoods of Exceptional Person, mungkin orang sukses punya masa kecil yang berbeda dengan kita, tulisan ini membahas sejarah mengungkapkan beberapa tokoh terkenal, yang pengaruh dengan masa kecilnya, seorang ilmuwan yang sudah mendapat tutoring khusus atau autodidak seperti Alan Turing.

RealFill , RealFill sebuah generative image yang bisa melengkapi gambar yang seharusnya ada, misal salah satu foto protrait-nya sudah di-crop, kamu ingin melihat background landscape-nya di mana, RealFill bisa melengkapi foto tersebut, menambah background-nya atau uncrop dari referensi foto tersebut.

Teknologi UltraRAM, Secures Funding to Validate Commercial Potential - tomshardware, UltraRAM, generasi baru flash memory yang dikembangkan oleh QuInAS Tehnology, yang jelas lebih cepat, lebih tahan lama 4000 kali lipat dari NAND dan energi efisien. Perusahaan dibalik UltraRAM sudah dapat pengakuan dari industri-nya, sekarang mereka mengembangkan equipment untuk produksi masal.

https://www.raptitude.com/2010/07/your-lifestyle-has-already-been-designed/ - Tulisan lama, ini baru pertama kali ku ketemu blognya, tapi kata katanya dari 2010, sudah kasih gambaran clear gaya hidup sekarang, "waktu luang yang sedikit dan terbatas, berarti kita lebih banyak bayar untuk kepuasan, kenyamanan sementara yang bisa mereka beli" - Your Lifestyle has already been designed, Raptitude

https://programmablemutter.substack.com/p/shitposting-shit-mining-and-shitv - Tiga tahap Krisis internet sekarang -> Shitposting, Shit-mining and Shit-farming

https://theirrelevantinvestor.com/2023/10/14/tools-that-want-to-be-our-masters/ Ini salah satu blog inspirasi ku untuk masuk dunia investasi, tapi kiblatnya dari arah Wall Street, namun dia khawatir dengan sosial media sekarang, X alias Twitter, sekarang mengubah kebiasaanya untuk tidak terbiasa tergantung dengan Twitter, demi pembahasan berkualitas. Bisa jadi pelajaran juga. - The Irrelevant Investor

https://om.co/2023/10/15/social-internet-is-dead-get-used-to-it/ Sosial media sudah mati, lewatkan saja. Sekarang di mana kita dari sekarang? Kita mencari kehilangan di antara kabut misinformasi, realitas yang harus kita akui. Kita mesti mengakui Sosial Web, yang kita tahu, sudah tinggal, kita berdiri di era yang ditandai dengan diskoneksi sosial. - Om

https://www.dazeddigital.com/life-culture/article/61136/1/behind-the-booming-ai-generated-porn-industry-led-by-tech-bros Industri pornografi mengambil potensi Artificial Inteligence, pastinya ada nilai positif dan negatif nya di sini, tapi tech bros yang punya ide seperti ini, kayaknya pada psycho nya. Porno AI benar benar sucks. - Dazed Digital

🙏🙏🙏

Thanks for reads, hope you enjoyed it, sharing this article on your favorite social media network would be highly appreciated 💖! Sawernya juga boleh

Published