Alkoholik dan Penulis, Winston Churchill

Salah satu tokoh dunia yang ingin ku bahas, kepribadian beliau sering ditulis para sejarahwan, perdana menteri di era perang dunia, pak Winston Churchill. Dari gaya preman-nya, kebiasaan sehari harinya, ketegasan-nya, hingga legasi-nya yang terkenang di dunia ini.

Berikut beberapa fakta menarik yang ku tahu tentang Winston Churchill

Churchill memulai hari jam 8 saat dia membuka masker tidurnya dan menarik badan bugil-nya dari bedcover. Pak Churchill kalau tidur bugil, tapi ku dengar tidur bugil memang bisa memberikan hormon di tubuh kita mereset lebih efektif.

Pak Churchill sebelum mandi, dia selalu mencukur kumis dan janggutnya sendiri, Churchill berandam di air hangat, dia suka bernarasi sendiri juga, menyanyi di bath tub, dengan suara yang tinggi.

Di kediaman-nya puluhan asisten di rumah, yang menjadi kunci produktif pekerjaan-nya, adalah seorang sekretaris-nya. Sekretaris-nya ada dua, masing masing bekerja shift pagi dan malam atau bergantian, bekerja selama di kamar-nya sedang mendengar dikte narasi pak Churchill setiap pagi untuk menuliskan kata kata-nya.

Satu ejaan, satu kalimat bisa salah, tidak sesuai dengan standar-nya. Pak Churchill bisa mengganti sekretaris-nya dalam harian, tapi akhirnya ada sekretaris yang berjodoh dengan-nya selama puluh tahun.

Sekretarisnya hadir ketika pak Churchill lagi berirama di kamar mandi, sebelum Sekretaris masuk kamar, sarapan-nya sudah harus sekalian masuk. Nahkan Sekretaris-nya pernah melihat sekilas pak Churchill bugil sebelum mandi, bahkan urgent-nya lagi perang pejabat militer pernah melihat-nya bugil.

Mungkin di era itu sudah normal melihat kelakuan perdana menteri Inggris tidak malu dengan sikap-nya, karena setiap memo yang ditulis para sekretaris itu, termasuk mengubah alur Inggris bekerja.

Pak Churchill termasuk yang menginspirasi blog ini Literasi Bad Guy, beliau mahir dengan kata kata, dari dulu beliau sudah terbiasa dengan menulis, bahkan dia pernah bercanda begini "Aku bisa menulis banyak begini, karena aku tidak menghabiskan waktu ku untuk perempuan". Dari muda terbiasa menulis, hingga di masa puncaknya dia, dia menyebutkan sudah kebanyakan menulis membuat tangan-nya sudah melar, sejak itu dia punya sekretaris yang mentuangkan gagasan-nya menjadi karya, setiap hari.

Winston seorang pembaca berat, tidak ada memo berita tulisan yang terlewatkan di atas meja-nya, sekretaris-nya yang mengatur daftar bacaan-nya hingga mengatur mana yang harus diprioritaskan. Sekretaris-nya juga harus siap siaga ketika pak Winston menyuruh-nya untuk menuliskan surat kepada seseorang, apalagi pak Winston tidak menyebut pernyataan-nya dua kali, itu bisa melemahkan argumen-nya. Dengan kemahiran kata-katanya, tidak ada yang berani dengan berdebat-nya, kalimatnya bisa menjatuhkan seseorang dalam sekejap "Aku lebih memilih setan daripada kamu untuk memimpin"

Setelah berendam dan mengenakan handuk, bos Churchill kembali ke tempat tidur. Churchill duduk di belakang bantal dan membaca susunan koran harian selama dua jam. Jika dia melihat sesuat yang menarik, dia akan masuk ke kamar istri-nya agar istri-nya juga tahu tentang ini. Istrinya bu Clementine juga kadang masuk ke kamar pak Churchill, untuk baca koran sama sama.

Kamar bos Churchill dengan Istri-nya pisah, mungkin karena pak bos masih asik dengan dunia-nya.

Selama dua jam, dia sambil merokok cigar-nya dan meminum scotch kadar rendah dan soda yang katanya dikombinasikan. Ini minuman paling pertama untuk memulai hari-nya; di jam siang dia akan menikmati beberapa Champagne, miminuman russia Brandies dan seteguk beer; di jam makan malam juga mencari champange dan brandy; dan dia akan mengakhiri malam-nya juga dengan whiskey kadar lemah.

Pak Churchill memang alkoholik berat ala Mafia, para musuh dan yang suka mengkritiknya suka mencap dia pemabok. Tapi dia tidak merasa pemabok. Hebatnya, jarang sekali efek kebiasaan meminum-nya mengganggu produktivitas setiap hari-nya. Biografer Pak Churchill Robert E. Sherwood, menulis "konsumpsi alkohol-nya selalu ada setiap dia terbangun selama berhari hari, tidak ada efek sama sekali kesehatan dan mental-nya."

Dokter Churchill menyuruh dia untuk tidak minum berlebihan, tapi dia melewatkan nasehatnya dan menyebut mereka "Justru aku yang menyerap alkohol dari alkohol yang mencoba mengendalikan ku"

Mungkin dia seorang alkoholik, tapi dia bukan seorang yang suka melirik wanita atau sebagainya. Dari Forty Ways to Look at Winston Churchill, Pak Churchill jika di dalam suatu acara, dia lebih suka berkumpul dengan para pria dan saling meng-asapkan cerutu-nya, bercerita yang bermutu, pak Churchill yang selalu memimpin diskusi atau pembicaraan. Pak Churchill bukan seseorang yang mudah terganggu hanya karena lambaian wanita, tidak ada sama sekali dorongan hasrat seks dalam diri-nya. Orang-nya terbiasa berambisi dan agresif.

Setelah menyelesaikan bacaan koran-nya, waktu-nya untuk membalas surat surat yang kediaman Churchill terima setiap hari. Sekretaris-nya selalu siap di samping menulis balasan apa yang pak Churchill mendikte (cara dia menulis). Ketika surat-nya selesai, pak Churchill melanjutkan mendikte memo dan menyambut para tamu yang singgah kediaman rumah-nya Chartwell.

Setelah meluangkan bersama tamu di kamar-nya. Churchill meneliti bukti bukti riset untuk buku yang dikerjakan-nya, dan menanyakan kepala riset-nya untuk menverifikasi detail-nya. Salah satu buku Churchill yang populer Second's World War, buku ini menjadi karya masterpiece Churchill tentang pengalaman-nya berhadapan dengan pak Hitler, beliau selama bekerja di kabinet menyuruh sekretaris pribadi-nya untuk memindahkan dokumen dokumen boks dan memberi tanda-nya sebagai "Riset Pribadi" Personal Research. "Ini bisa menjadi manfaat untuk negara kita dari cerita ini, mungkin aku sendiri aja yang menceritakan-nya"

Selama proses menulis, Pak Churchill bolak balik dari kamar ke kamar, sambil mendikte sedangkan sekretaris nya harus mengikuti pace dikte membawa alas kertas dan pensil sambil mengikuti pak Churchill dari belakang, bolak balik menggunakan celana pendek dan baju tidur, sampai tengah hari sekitar jam satu siang.

Alkoholik bisa mengatur jadwal, jangan coba coba ya, hanya pria ber-mental baja yang punya hari hari begini.

Jam satu siang lewat, akhirnya Pak Churchill mengganti pakaian dengan sopan berbijak. Churchill menyukai makanan dan lawan makan berkelas, jadi dia suka memeriahkan waktu makan-nya bersama mantan rekan makan-nya. Beberapa pengujung dan tamu terhormat juga bergabung ikut makan siang. Churchill selalu mendominasi percakapan, tamu tamu-nya gak capek dengerin cangkem-nya, karena dia charming.

Jam makan siang sudah selesai, beliau mengenakan topi dan berjalan ke danau penuh ikan mas di taman-nya, juga memberikan angsa dan bebek di sekitar danau. Di sini pak Churchill merelaksasi diri-nya.

"Dia mager di kursi anyaman-nya, menyururh para pelayan nya keluar, dan menyendiri dan pasif, selama setengah jam. Meja kecil di samping kursinya, tersedia Johnny Walker yang weak dan soda, sekotak cerutu, asbak berbentuk pagoda, dan wadah berisi korek api dari Kanada, yang katanya kuat kalo banyak angin"

"Raja Chartwell lebih memilih menyendiri. Para pelayan merhatikan dari jauh saat beliau membaca Housman dan Kipling untuk diri nya sendiri, atau membaca, atau menatap refleksi bayangan-nya, sosok bungkuk dengan asap cerutu tersebar bercampur dengan klasik rumah pedesaan Inggris, termasuk aroma rumput yang baru dipotong"

Setelah merefleksikan diri-nya di danau sekitar rumah-nya, Churchill meluangkan waktu-nya untuk membaca atau mmendengarkan musik, sekitar jam 3 siang. Sambil mengganti pakaian-nya ke piyama, Churchill punya kebiasaan tidur siang sejak muda, bahkan dirinya menjadi koresponden di Cuba. Menurutnya sangat bermanfaat untuk diri-nya

"Istirahat dan aba aba tidur di tengah hari merefresh pikiran manusia lebih dari tidur sepanjang malam. Kita bukan dicipatakan secara naluri untuk bekerja, bahkan untuk bermain, dari jam 8 sampai tengah malam. Kita memaksa ketegangan tubuh kita dalam sistem yang tidak fair. Setiap tujuan bisnis atau kepuasan, mental atau fisik, kita mesti-nya membagi tubuh kita unuk beristirahat"

Pak Churchill membuktikan dia bisa menghasilkan tulisan apik beberapa jam, sebelum kinerja otaknya capek dan kualitas-nya berkurang. Jadi dengan membagi jadwal-nya untuk tidur siang, beliau punya dua shift bekerja kreatif setiap hari-nya - satu untuk pagi dan satu untuk malam, sisa-nya waktu bersosial dan memberi makan angsa-nya.

Setelah dua jam tidur, Churchill bangun sore sekitar setengah lima dan bermain kartu bersama keluarga-nya. Jam tujuh, pak Churchill mandi kedua-nya. Sambil berendam di balik tirai, Pak Churchill sudah mendikte draft kata kata untuk pidato pidato selanjutnya, yang ditemankan sekretaris pribadi-nya shift malam.

Pukul menunjukkan 8:30 malam, makan malam sudah dihidangkan, keluarga, teman dan para tamu sudah memenuhi kursi kursi sedang menunggu kepala rumah lagi memakai pakaian-nya untuk hadir di penjamuan. Seperti biasa, makan malam dipenuhi dengan mendengarkan cerita pak Churchill. Setelah bangkit dari meja makan, para pria pindah di ruang santai untuk cerutu, brandy dan melanjutkan pembicaraan-nya tentang berita hari ini.

Seperti para lelaki yang asik ngopi, mereka membahas soal isu politik masa-nya, masa sekolah pak Churchill, membahas bagaimana para menteri terus menyerang-nya, muda di medan perang dan melihat strategi inovasi di perang di Amerika.

Malam sudah larut, para tamu sudah kembali ke rumahnya dan kerabat ke kamarnya masing masing, sedangkan pak Churchill memulai shift kerja malam-nya pada jam 11, diikuti sekretaris shift malam bergabung di perpustakaan pribadahnya.

"Sebelum menyapa kelapa riset dan kedua sekretaris malam-nya, dia harus membaca manuskrip yang didikte di malam kemarin dan merivisi beberapa dokumen, yang datang awal dari London. Sebelum malam tersebut berakhir, dia aka mendikte di antara 4ribu dan 5ribu kata. Kalau di weekend, biasa-nya lebih dari 10ribu kata."

Mengakhiri malamnya sekitar jam dua, kalau ada ekstra pekerjaan yang mesti dilakukan, dia mungkin selesai sampai jam 3 atau 4 subuh.

Besok pagi-nya dia bangun jam 8 pagi, siap memulai hari-nya kembali ditemani sekretaris-nya shift pagi.

Refleksi Produktifku dengan Pak Churchill #

Dari hari ke hari saya mengubah produktifku untuk jadi lebih baik, pertama waktu sholat gak boleh ditinggalkan, almarhum Ayah sudah menitipkan pesan sholat jangan ditinggal, ini yang ku prioritaskan terlebih dahulu

Alhamdulillah, sejak aku usaha dan freelance sendiri, jadi aku bisa mengatur jadwalku, setelah sholat Subuh, kalau niatku rasa-nya pengen Running, mulai pagi ku dengan Running. Banyak tantangan dan energi mental hanya untuk pergi Running, apalagi kalau lingkungan sekitar pada mageran semua-nya, tapi kalo udah maksain masang celana dan kaos Running, berarti tetap jalan.

Setelah Running minimal 30 menit, langsung berhanduk lepas guyur mandi, coba cari sarapan, sarapan sangat penentu kualitas produktivitas pagi ku, kalo pak Churchill dengan cerutu dan minuman alkohol-nya, aku pake proteinaja, ngikut sarapan ala Mamah makan tempe mentah. Itu kalau belanja pagi di Flamboyan, wajib beli, harga-nya murah satu papan tebal begitu dilapisi, harga-nya hanya 8ribu. Kadang cari kopi juga, kopi ku gak pakai gula.

Jam 8 lewat atau jam 9 lebih, itu sudah di depan komputer. Tapi fokus nya kemana mana, surfing dulu di Internet lah, berasa cari inspirasi, tab browser terbuka dimana mana. Nonton Youtube dulu, bahkan yang harus ku kerjakan apa, menyelesaikan atau menulis karya baru di blog atau menyelesaikan proyek yang belum kelar, bandingkan dengan pak Churchill dia solid fokus dengan satu proses, sedangkan aku terlena kemana mana, antara khawatir ini kerjaan terdampar atau pengen coba sesuatu baru, ada aja eksperimen baru setiap hari.

Mau masuk pukul setengah 12, siap siap untuk menjalankan sholat Zuhur, kalau tengah hari makan carbo nasi tambah beberapa protein ikan, ayam, sayur lalapan seperti mentimun. Setelah makan siang, kembali ke pekerjaan. Ini salah satu tantangan terberat lagi, makin susah untuk fokus, apalagi kalau makan kebiasaan sambil cari tontonan di Browser.

Tapi hampir sama dengan pak Churchill, dia kan setelah makan siang, nyantai dulu di luar cari suasana baru di luar, bedanya aku konsumsi Internet. Kalau pun siang pengen menyicil karya, kadang gak sampai tiga puluh menit, udah ngantuk tidur siang.

Tidur siang sejam bangun jam setengah tiga, cek bentar baca baca artikel lagi di Internet yang Tab Browser-nya masih bekas terbuka, atau coba menyelesaikan masalah coding ku yang buntu. Jam tiga lewat, azan berkumandang untuk Ashar, berangkat jalan kaki ke Masjid, kadang sama sama pas berdua sama tetangga.

Pulang-nya, singgah dulu ke Indomaret depan gang, markas ku ngopi di situ, sambil cerita cerita sama para personnel Indomaret, pulang-nya sekitar jam 4, jam begini jam ku efektif bisa fokus kerja, ada hal yang perlu ku prioritaskan di sini, membetulkan sesuatu, meningkatkan coding ku, mengembangkan fitur, atau menulis draft di blog. Sama pokoknya dari pagi sampai sore, itu orientasi ku berkarya, saya belum ada ikatan bekerja atau lagi freelance dengan siapa siapa. Saya membuat untuk diri ku sendiri.

Mandi menjelang Maghrib, matahari terbenam sambil terdengar Azan, rapi dan wangi jalan kaki menuju masjid. Di jalan memang agak ramai, karena pas alur jam pulang kantor sudah tiba, tapi tidak menganggu rutinitas ku, langsung pulang dulu, merefleksi sejenak, setelah itu baca Alquran. Baca Alquran, mesti luangkan waktu setiap hari-nya, kata para Ulama, Alquran sangat bermanfaat untuk membersihkan jiwa, raga dan kebaikan hati kita. Walaupun pikiran kemana mana, baca Alquran diprioritaskan.

Jam digital di ruang keluarga menunjukkan jam 7 lebih. Kembali ke Masjid untuk kewajiban Isya, Isya sebenarnya ujian paling berat, mata sudah mulai melayun kebawah. Pulang jalan kaki, menyapa para pedagang di sekitar gang rumah, yang sudah kenal, pulang ke rumah, coba menulis lagi. Di waktu malam ni, saya berusaha untuk tidak makan malam, penasaran dengan Intermittent Fasting, malam waktu-nya perut untuk beristirahat. Beda dengan Pak Churchill memenuhi endorphin-nya dengan segala macam makanan mewah dan deretan alkohol.

Akhirnya menutup malam tersebut, biasa-nya jam 9 lewat.

Pelajaran dari Sehari hari Pak Churchill #

Keistimewaan yang dialami pak Churchill, adalah kebebasan nya untuk mengatur jadwalnya sendiri, dia punya tujuan jelas, dia punya perkembangan yang bisa dijalani-nya, perjuangan yang biasa dilaluinya, karya yang mesti tertulis atas nama-nya.

Karena kebanyakan orang tidak punya keistimewaan ini. Ujung ujungnya biasa orang memanggil hidupnya monoton, pagi pergi kerja pulang kerja, terus berulang ulang, tidak ada rutinitas yang membentuk prinsip mereka.

Apalagi para pelajar yang baru lulus dari studi-nya, mereka banyak khawatir tentang gimana pekerjaan-nya, mereka tidak punya tujuan jelas, mereka terus memikirkan hidup bisa terjamin. Ketika mereka dapat pekerjaan, akhirnya orang lain yang mengatur jadwal mereka, kebanyakan anak muda tidak bisa menobrak jadwal-nya untuk tujuan diri mereka.

Ini mungkin karena kita zaman anak sekolah, kita sudah di-doktrin oleh jadwal dan kurikulum yang mesti dipelajari setiap hari-nya, jadi anak anak susah mengekspresikan impian-nya. Padahal anak anak punya imajinasi gimana dewasa-nya nanti.

Beda dengan sehari hari-nya pak Churchill, beliau adalah seorang Generator, seorang pemimpin bisa jadi lahir karena mampu mengatur jadwal padatnya, punya kepuasan unik setiap hari-nya. Sedangkan yang biasa kerja berangkat jam 8 pulang jam lima, sudah terlanjur mensiakan siakan momen yang sepatutnya untuk mereka.

Yang biasa bekerja terkunci dengan jadwal orang lain, coba luangkan waktu pagi dan siang malamnya suatu yang ingin kamu coba atau kerjakan untuk dirimu. Saya fokus terhadap budaya pria yang tidak asik sama dunia-nya. Mungkin di pagi hari kamu bisa meluangkan waktu untuk menyiram tanaman bunga yang kamu puja puja atau malam nya kamu berhobi menjadi tukang kayu.

Yang pasti kita gak perlu mengikuti kebiasaan nya sebagai peminum alkoholik berat seperti pak Churchill, yang jelas ada satu rutinitas, menjadi tempat kamu untuk mengasah otak, mencoba skill hobi baru, mengembangkan pemikiran, juga bagi muslim jangan tinggalkan sholat lima waktu-nya.

🙏🙏🙏

Thanks for reads, hope you enjoyed it, sharing this article on your favorite social media network would be highly appreciated 💖! Sawernya juga boleh

Published